surat mimpiku pertama..
sebenarnya banyak mimpiku,
ini hanya sedikit dari apa yang sering aku pikirkan tentang lamunan kosongku. aku dan lamunanku.. ketika aku melakukan sesuatu dan kemudian termenung, aku membayangkan diriku di tempat lain.
surat mimpiku ke-satu
ketika aku menggosokkan setrikaan dan mulai merapikan setiap jengkal yang ada, aku sejenak memikirkan tentang dia. Maaf Allah, sejenak aku melupakanMu dan malah mengharap makhlukMu. Maaf..
mungkin ini hanyalah mimpi terbodohku. mengharapkan suatu hal yang sudah jelas susah untuk menjadikannya nyata. dia yang ada di lamunanku adalah seorang lelaki.
kejadian itu, seharusnya aku pergi berdua saja dengan dia, saat itu adalah temanku. tepatnya yang baru 1 pekan aku mengenalnya. aku memintanya menemaniku jalan-jalan ke sebuah alun-alun kota yang berada di provinsi paling timur pulau jawa. ketika aku tengah menunggunya di depan toko roti, aku baru sadar.. ketika itu aku sedang bersama temanku yang berasal dari kampus yang sama denganku. Harusnya, mungkin.. kalau tidak ada dia.. bisa dikatakan aku pergi berdua dengan teman baruku itu. tapi, acara ku mendadak aneh berantakan ketika kami ternyata harus pergi berdua.
heii.. lamunanku, itu sungguh aneh.. berlangsung sampai hujan.. dan kemudian, somebody menolongku dari hujan tersebut. bukan, bukan.. tepatnya aku memikirkan ketika aku menemukan sebuah pertunjukkan topeng monyet dan melihatnya bersamamu. aku fikir untuk saat ini, itu adalah kenangan yang indah. meskipun aku tau.. sulit bagimu untuk mengenang kenangan cupu seperti itu. dan aku kemudian sadar...
Hush!!!
semua akan ada waktunya..
jika jodoh itu.. ada. sudah ada buatmu!
Sabtu, Juli 28, 2012
Senin, Juli 02, 2012
waktu
ini semua tentang waktu.
aku mulai memaknai nya sebagai hal yang aku kira mudah dan datar.
ini waktu.
yang entah sampai kapan akan berakhir..
ini adalah detik, ketika aku mulai menghendakinya sebagai bagian dari masa lampau.
ini adalah menit,
ketika aku mulai melihat.. Ya, semuanya sudah usai.
dan ini adalah jam.. hingga suatu waktu.. semuanya berubah menjadi hari,
hingga merubahnya pada satuan yang lebih besar dari semua itu.
ini tentang waktu..
dalam kata itu banyak sekali kata-kata yang menjadikannya sebagai himpunan untuk menspesifikasikannya menjadi satuan yang lebih dangkal lagi.. hingga mata pun sepertinya tak mampu mencerca.. apakah ini bau yang masih dikenali atau tidak.
aku masih disini, terpukau oleh waktu.
tertata oleh lamunan yang disebut hari, mengikhtiarkan apa yang mereka sebut dengan doa, menanti keajaiban dan menunggu terkabulnya segala doa dan permohonan.
masih semua tentang waktu.. aku melihat ke atas, dan awanpun menyapa damai.. "aku adalah sebuah awan yang indah kini... jangan kau hiraukan waktu, karna cepat atau lambat semua akan berakhir"
aku masih tertegun melihat sinar yang semakin membuat kulit ku semakin rapuh.. mataku kehilangan penangkapan yang baik.. dan korneaku sepertinya terlalu kering untuk mencerna kembali apa itu.. pandangan.
Masih.. dan itu juga berkaitan dengan waktu.
aku tak mengada-ada, jika suatu hari .. aku akan masih berkutat dengan waktu..
semua.. yang ada disini, dan disana.. masih selalu dengan waktu.
kabar yang kau sematkan di pundak jiwaku, hingga menjadikannya sejenak menghilang dari pusarannya.. sebagian karna waktu.
aku masih berdiam di bawah jam yang mengaku sebagai awan..
"jangan bersedih, masa lalu yang kau anggap kesalahan waktu itu akan segera musnah dengan sendirinya. cobalah berfikir bagaimana kesederhanaan itu menjadikanmu semakin rupawan. waktu hanya perjalanan.. buat apa masih berdiri disana?"
tak ada ekspresi.. aku masih bercumbu dengan detik yang sekian lama aku menantinya semakin rapuh tulang nadiku.
jam tangan ku... ini juga masih saja tentang waktu..
Hah,! aku lelah dengan waktu dan waktu.. detik dan detik..
menit dan menit.. semakin lama dan lama.. kian dekat dan jauh.. ini adalah waktu.
"kau memikirkan dia? yang datang dalam kehidupan lampaumu dan mencabik semua masa depanmu? masih berharap semua akan kembali dan kau akan semakin dipuji?"
diam dan diam... kini waktu semakin menyudut.. akan segera usai semuanya..
detik dan detik..
jam itu.. waktu itu.. masih terpampang indah di atas langit kelabu, "sudah.. buang saja itu.. siapa.. mantanmu? atau siapa.. lah itu! kau akan semakin gila kerna memikirkannya.. aku? sudah tak usah kau berfikir bagaimana kelak pangeran yang alan membawamu ke tempat yang lebih baik"
kini hujan.. dan waktu belum juga selesai mendentingkan kebuasannya.
detik yang menjadikan aku semakin kisut, lusu.. dan bisu.
"kamu harus melupakan waktu mu.. detikmu, dan segala istilah yang menjadikanmu semakin rusak setiap waktumu. apa kau sudah siap?"
waktu kini semakin cepat.. detikku semakin berlomba dengan menit yang tak mau kalah dengan jam yang kian menyusul entah berantah. hari sudah tidak ada artinya kala bulan sudah lebih dulu menggulung tahun yang kian lusu.
"sudah!! semuanya selesai"
aku mulai memaknai nya sebagai hal yang aku kira mudah dan datar.
ini waktu.
yang entah sampai kapan akan berakhir..
ini adalah detik, ketika aku mulai menghendakinya sebagai bagian dari masa lampau.
ini adalah menit,
ketika aku mulai melihat.. Ya, semuanya sudah usai.
dan ini adalah jam.. hingga suatu waktu.. semuanya berubah menjadi hari,
hingga merubahnya pada satuan yang lebih besar dari semua itu.
ini tentang waktu..
dalam kata itu banyak sekali kata-kata yang menjadikannya sebagai himpunan untuk menspesifikasikannya menjadi satuan yang lebih dangkal lagi.. hingga mata pun sepertinya tak mampu mencerca.. apakah ini bau yang masih dikenali atau tidak.
aku masih disini, terpukau oleh waktu.
tertata oleh lamunan yang disebut hari, mengikhtiarkan apa yang mereka sebut dengan doa, menanti keajaiban dan menunggu terkabulnya segala doa dan permohonan.
masih semua tentang waktu.. aku melihat ke atas, dan awanpun menyapa damai.. "aku adalah sebuah awan yang indah kini... jangan kau hiraukan waktu, karna cepat atau lambat semua akan berakhir"
aku masih tertegun melihat sinar yang semakin membuat kulit ku semakin rapuh.. mataku kehilangan penangkapan yang baik.. dan korneaku sepertinya terlalu kering untuk mencerna kembali apa itu.. pandangan.
Masih.. dan itu juga berkaitan dengan waktu.
aku tak mengada-ada, jika suatu hari .. aku akan masih berkutat dengan waktu..
semua.. yang ada disini, dan disana.. masih selalu dengan waktu.
kabar yang kau sematkan di pundak jiwaku, hingga menjadikannya sejenak menghilang dari pusarannya.. sebagian karna waktu.
aku masih berdiam di bawah jam yang mengaku sebagai awan..
"jangan bersedih, masa lalu yang kau anggap kesalahan waktu itu akan segera musnah dengan sendirinya. cobalah berfikir bagaimana kesederhanaan itu menjadikanmu semakin rupawan. waktu hanya perjalanan.. buat apa masih berdiri disana?"
tak ada ekspresi.. aku masih bercumbu dengan detik yang sekian lama aku menantinya semakin rapuh tulang nadiku.
jam tangan ku... ini juga masih saja tentang waktu..
Hah,! aku lelah dengan waktu dan waktu.. detik dan detik..
menit dan menit.. semakin lama dan lama.. kian dekat dan jauh.. ini adalah waktu.
"kau memikirkan dia? yang datang dalam kehidupan lampaumu dan mencabik semua masa depanmu? masih berharap semua akan kembali dan kau akan semakin dipuji?"
diam dan diam... kini waktu semakin menyudut.. akan segera usai semuanya..
detik dan detik..
jam itu.. waktu itu.. masih terpampang indah di atas langit kelabu, "sudah.. buang saja itu.. siapa.. mantanmu? atau siapa.. lah itu! kau akan semakin gila kerna memikirkannya.. aku? sudah tak usah kau berfikir bagaimana kelak pangeran yang alan membawamu ke tempat yang lebih baik"
kini hujan.. dan waktu belum juga selesai mendentingkan kebuasannya.
detik yang menjadikan aku semakin kisut, lusu.. dan bisu.
"kamu harus melupakan waktu mu.. detikmu, dan segala istilah yang menjadikanmu semakin rusak setiap waktumu. apa kau sudah siap?"
waktu kini semakin cepat.. detikku semakin berlomba dengan menit yang tak mau kalah dengan jam yang kian menyusul entah berantah. hari sudah tidak ada artinya kala bulan sudah lebih dulu menggulung tahun yang kian lusu.
"sudah!! semuanya selesai"
Langganan:
Postingan (Atom)