love it

love it
together we can ! yes!

Kamis, Mei 26, 2016

terkadang kita harus menyadari.

sadar akan hal-hal yang akan pergi.
hal yang sudah jelas tidak ada yang abadi di dunia.
hal yang sebenarnya bukan milik kita.
rasa itupun jua.

bagai meniti kaki di atas duri
meski disakiti berulang kali
senyum itu tetap terpatri
walau sengaja palsui hati dengan luaran yang begini

bagiku
selalu saja seperti ini.
selalu menjadi masalah bagi diri sendiri
kemana kaki kan melangkah lagi

sedang hati sudah tak mampu menjadi sandaran siapa-siapa

cinta saja tidak cukup
cinta saja tidak bisa memeberikan semua yang dibutuhkan jiwa

kemana?


Selasa, Desember 16, 2014

Turbulensi

turbulensi.

saya terngiang kata itu sejak selesai menonton sebuah film. membayangkan semua kejadian yang sudah terjadi. saya tau dan menyadari semua yang terjadi, bahkan kini kegiatanku sudah tercatat sebelumnya.
turbulensi.
apa itu ?
Turbulensi adalah sebuah keadaan yang ditandai ketidakstabilan (disorder) dan keacakan (randomness) pergerakan di setiap skalanya. Turbulensi menarik komponen-komponen yang dipengaruhinya ke arah tertentu dan kemudian melepasnya secara tiba-tiba. Timbullah guncangan.
begitu kata salah satu web. 

nyatanya, pikiranku jauh mengawang hingga batas yang tak ditentukan. 
apa... aku sudah mengalami turbulensi setelah mengalami banyak hal belakangan ini?
sebuah turbulensi yang mengakibatkan aku menjadi lebih kuat dan menilai segalanya dengan biasa saja. mencintai sebiasa saja. sedang aku usahakan. meski kenyataan semua tak semudah itu.
Ha! mencintai sebiasa saja? 
kejadian yang menjadikan aku menjadi wanita yang harus sudah menimbang segala hal yang belum dan akan terjadi. 

film itu membuat aku berfikir tentang kata. CINTA. 
memang kata yang banyak makna. banyak yang mengartikannya positif dan adapula yang menjadikan itu menjadi hal negatif atau bahkan kata diantara positif dan negatif. tak ada yang pasti. 
beberapa kicauanku malam ini, 

Teringat sesuatu mengenai cinta. Pernah mengimajinasi kan andai saja cinta manusia seperti cinta alam semesta. Tulus dan jujur.
Tapi, di zaman ini cinta tidak sesederhana itu. Nyata membawa pada kata pengorbanan dan tentu disana ada korban.
Sekalipun korban yang nyata dan tak nyata

Cinta yang hijau, jernih, damai, menyatu dalam harmoni yang disebut keindahan. Itu yang dulu pernah aku "andaikan" pada sebuah kata. Cinta .

Pernah-kah. berfikir orang yang dicinta atau mencinta tidak benar-benar merasa apa yang mereka sebut dan Artikan.

Tapi, pada dasarnya dicintai kata orang lebih enak dibandingkan mencintai. Katanya, mencintai lebih banyak mengeluarkan energi.

Mencintai itu ribet, banyak pengorbanan dan lebih harus sering menerima. Begitukah? Harusnya bukannya tidak?

Sedang dicintai, kata paling nyaman dimana tak perlu berbuat banyak hanya duduk lalu siap disuguhi berjuta bunga indah dan rayu manja.

Lelah memang mencintai dengan segala risiko dan siap menelan apa yang diusahakan. Dengan kata yang kadang ragu sampai tak diucap.

Tapi alam, tidak pernah meminta untuk dipuji, dia hanya minta untuk dijaga keseimbangannya agar semua harmoni berjalan lancar. Begitu.

Cinta dan alam. Mungkin itu sebab mengapa aku mencintai deretan gunung-gunung Indonesia khususnya. *mulai ngelantur*

mari ber-andai. andai saja, sebuah percakapan dapat dengan mudah dibangun tanpa perlu menjadi konyol terlebih dahulu. atau menjadi yg lain.

mari ber-andai. andai saja, semua yang diucapkan selalu dapat feedback. meski didengarkan lebih penting dari sekedar jawaban yang gurau.

mari ber-andai. nyatanya, semua yang diucap selalu dianggap pembangkangan. andai semua dengan mudah didukung.

apa ini dapat disebut dengan turbulensi? kenyataan hidup yang pahit, membangun kehidupan sendiri, meyakinkan seseorang, rela mati (?)

nyata. kehidupan tak selalu mudah. dengan siapa hari ini, dengan siapa esok dan apapula yang akan terjadi.

tentang kisah cinta yang terlalu rumit akhir-akhir ini.
entahlah. banyak pertanyaan yang aku sendiri takut untuk menanyakan.
ada beberapa hal yang ditakutkan... kamu tak pernah tau. dan tak akan tau.



 

Kamis, Desember 11, 2014

tips mendaki gunung untuk pemula

  halo. 
akhir-akhir ini banyak yang suka naik gunung yaa. kira-kira tak lama setelah muncul Film di layar lebar yang mengangkat tentang keindahan panorama pegunungan membuat animo masyarakat meningkat untuk mendaki gunung-gunung indonesia. 


kamu GAK PERNAH atau BELUM PERNAH SAMA SEKALI NAIK GUNUNG (MENDAKI) ?
OKe, kali ini saya akan berbagi mengenai Tips Mendaki Gunung Untuk PEMULA !

 1. Persiapkan diri 
 
Sebelum mendaki kamu WAJIB melakukan persiapkan fisik. Karena pada saat mendaki kamu tidak hanya akan kelelahan karena fisik, tapi juga perubahan cuaca secara ekstrem. Lari teratur seminggu 2 kali atau lakukan olahraga yang Kamu Senangi secara rutin.





 2. Cari teman
 GAK BOLEH HUKUMNYA mendaki seorang diri untuk pemula. Ajak teman atau rekan lain yang lebih berpengalaman dalam mendaki gunung. Lakukan pendakian bertiga, KAMU dan dua temanmu. Karena jika terjadi sesuatu terhadap salah satu pendaki, masih ada teman yang menjaga dan yang lain mencari bantuan.

 3. Gali informasi

 Tetapkanlah gunung yang akan KAMU daki. Karena ini pengalaman pertama, pilih gunung yang landai ataupun gunung yang treknya cukup mudah. Selanjutnya, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang gunung tersebut. Anda bisa "googling" segala hal tentang gunung tersebut, atau bertanya ke orang atau temen kamu yang pernah mendaki gunung tersebut sebelumnya. Ini bermanfaat untuk memudahkan dalam mengantisipasi bahaya dari gunung tersebut.

4. Perlengkapan mendaki



 Banyak perlengkapan mendaki yang perlu dibawa seperti sleeping bag, ponco, matras, senter dan baterai, tenda, pisau saku.Lalu,korek api dalam wadah tahan air, tali plastik (10 meter), peta dan kompas, kompor dan juga perlengkapan pribadi lainnya seperti baju, pakaian dalam serta celana secukupnya.
Pilih barang yang berfungsi ganda untuk meringankan beban. Gunakan tas khusus mendaki yaitu keril untuk membawa semua perlengkapan, karena tidak hanya kuat tetapi keril mengutamakan kenyamanan dan keselamatan saat memikul beban yang berat pada saat mendaki.
Jangan lupa membawa kantung plastik, hal yang sederhana tetapi sangat penting.
Plastik ini untuk membawa sampah agar tak dibuang di gunung dan menyimpan baju kotor dan basah agar tidak bercampur dengan perlengkapan lainnya.
 selain itu, perlengkapan mendaki lainnya juga termasuk KONSUMSI atau logistik! 


JANGAN bawa makanan atau logistik yang asal ! karena nutrisi digunung tergantung apa yang kita bawa dari bawah(read: dari rumah). bawa bekal makanan yang mengandung banyak protein. jauhi hal-hal yang INSTANT sebisa mungkin karena hal-hal yang INSTANT sifatnya SEMENTARA. jadi, bawalah makanan yang enak-enak yaaa :D







5. Obat-obatan
Bawa obat-obatan juga PENTING loh ! terlebih digunung tidak ada APOTEK atau DOKTER.
Bawalah obat diare, paracetamol dan betadine itu sudah cukup. Tetapi jika membawa persediaan obat-obatan yang lebih lengkap itu malah lebih bagus. Paracetamol untuk sakit kepala dan demam, obat diare untuk diare, betadine untuk luka lecet-lecet. Jangan lupa membawa tisu basah yang berguna pada saat BAB.
bawa vitamin juga boleh kok, buat nambah semangat supaya gak gampang capek :D
bawa minyak-minyakan! BARANGKALI ada yang keseleo atau sebagainya !

OKE,
SEKIAN TIPS nya . SEMOGA BERMANFAAT.


SELAMAT MENDAKI
karena dengan mendaki kamu akan menemukan dirimu yang sebenarnya :)


Kamis, November 13, 2014

Tips merawat carrier

Carrier adalah barang yang seharusnya di bawa bagi para penjelajah alam. Barang penting yang tidak bisa dikesampingkan. Itu juga karena masalah harga yang bisa di kategorikan tidak murah. 









Carrier sangat berguna untuk menaruh perlengkapan kita selama menjelajah alam, berikut adalah tips cara merawat carrier supaya awet dan gak gampang rusak. 


1. Kosongkan Tas 
Hal pertama yang harus dilakukan saat akan merawat tas adalah mengosongkan Carrier. cari benda atau makanan yang masih tertinggal di dalamnya. hal ini berfungsi untuk menghindari jamur. jadi, setelah dipakai, jangan lupa untuk mengeluarkan semua barang atau benda baik itu kecil maupun besar (bendanya). 

2. Cuci Carrier yang telah digunakan
Setelah dipakai, Carrier pasti kotor terkena debu atau pengotor lainnya. Tanpa disadari, kotoran yang dibiarkan menempel bisa merusak tas terutama bahannya. Oleh karena itu, sangat penting mencuci Carrier setelah digunakan. Selain itu, dengan mencuci, Carrier kamu juga bisa tampak lebih bersih seperti baru kembali. 

3. Beri Kapur barus
kapur barus berguna untuk menghindarkan Carrier dari jamur. karena, musuh utama Carrier, terutama setelah dipakai adalah JAMUR! Jamur bisa datang bila udara di dalam tas lembab. Jamur yang dibiarkan berada di tas tentu bisa merusak bahan carrier. 

4. Bungkus Carrier dengan Plastik
agak aneh memang jika carrier yang biasa kita pakai lalu di letakkan dalam plastik. tapi hal ini PENTING ! karena Setelah dicuci dan diberi kapur barus, simpan tas dengan membungkusnya menggunakan plastik. Pastikan plastik menutup seluruh permukaan tas, dan jangan biarkan ada bagian yang terbuka, yang memungkinkan debu masuk. Jangan biarkan juga tali yang ada di Carrier Anda menjuntai kemana - mana, karena akan sulit dirapihkan kembali nantinya.

5. Pastikan Carrier tidak tertindih barang berat !
Kenapa carrier tidak boleh tertindih benda berat? karena ini akan merusak Carrier itu sendiri. selain bentuknya akan berubah, carrier yang tertindih juga cenderung akan rusak bagian dalamnya seperti besi penyangga atau bagian pada punggung carrier. 

So, ada baiknya kita merawat apa yang kita punya! 

happy Hiking !    

galeri perjalanan :)

This! 
Our Vacation. Our Love and Our Adventures !


Our Mountain :)




Our Blue !






















Menuju Teluk Kiluan





















Semak Daun Island, Kep.Seribu, Jakarta
ME !
BALI !




city tour






Pendakian ke Negeri Dongeng, Gunung Bromo


Tentang sebuah mimpi,
Tentang dingi yag berhembus dari sela-sela tenda,
Tentang hujan yang mendadak turun dikala tidur mulai menjelma,
Tentang cinta kepada awan di atas ketinggian,
Tentang cinta kita,
Tentang Gunung,
Dan ini,





Angin gunung yang dingin sore itu. Begitu tak biasa bagiku.
Luka bekas jatuh dari motor pun sudah tak lagi terasa. Aku tau ini tentang sebuah keinginan yang besar. Sejak lama. Dan tak aku duga semua ini aku jalani saat bermula denganmu. Aku juga tak tau, kenapa Tuhan mengirim kamu untuk menemaniku mendaki puncak indah di Indonesia. Memang tidak banyak, hanya beberapa dari banyaknya gunung cantik di Nusantara ini. Hanya saja, aku bahagia.

Banyak pelajaran yang aku dapat saat mendaki, dari banyaknya kenalan yang aku dapatkan, sampai rasa rindu saat kembali ke rumah. Selain itu, banyak pula kekhawatiran orang tua. Mamah terutama. Saat aku mulai bilang aku naik gunung. Dia agaknya sedikit marah. Tapi lama-lama semua itu bisa dimengerti.

Mulanya, aku juga tak mengetahui banyak hal tentang dirimu. Aku juga tak tau jika kamu juga suka akan berpetualang di Alam. Aku juga sebelumnya belum kenal siapa aku, aku yang cinta sekali dengan dingin di puncak gunung, aku yang suka sekali menggigil di malam hari, dan aku yang senang sekali menyapa sesama pendaki saat berada di gunung. Aku juga baru kenal siapa aku, saat bersamamu mendaki Gunung.

Jika dilihat dari daftar mimpiku yang aku tulis beberapa tahun lalu, aku hanya menuliskan satu Gunung itupun bukan gunung untuk didaki, hanya gunung wisata. Gunung Bromo namanya. Letaknya di Jawa Timur, Indonesia. Aku mulai menyukainya saat mulai aku lihat gambar gunung Bromo yang eksotis di salah satu kalender di rumah. Hati semakin gembira dan rasa ingin kesana semakin tinggi saat aku lihat acara di televisi yang mendeskripsikan tentang keindahan sebuah Gunung Bromo. Aku ingin kesana, bahkan harus kesana.

Dua puluh dua Desember dua ribu dua belas.

Satu bulan setelah kita resmi jadian. Satu bulan setelah kita resmi menyatakan kasih sayang, saling suka. Dan satu bulan setelah kita tak lagi menjadi teman. Ajakan itu muncul dari salah satu kami, ditambah lagi seorang teman yang memang ingin jalan-jalan.

Melalui perbincangan panjang, akhirnya kita memutuskan untuk berlibur ke Gunung Bromo, Jawa Timur. Hatiku senang, gembira bukan main kala sebuah mimpi lama akan menjadi nyata dalam waktu dekat. Ya, mimpi yang sederhana tak muluk dan tak menghabiskan biaya yang banyak pula. Bromo, Aku datang.

Lanang Teguh Samudera. Dia adalah Travelmate ku, sekaligus kekasihku.

Satu lagi adalah Urfan Fifaldi, dia adalah teman sekelasku.
Dan, pada bulan Januari di tahun 2013 kami mengunjungimu, Bromo ku tercinta. Gunung gagah yang selalu membuatku terpikat bahkan sampai sekarang . inilah kisahmu.

Gunung Bromo diJanuari 2013

Gunung Bromo dalam keadaan cerah


Kereta Api jurusan Matarmaja segera berangkat pukul 2 siang. Badan kami bertiga masih pegal karna sebelumnya selama 3 hari melakukan perjalana ke Yogyakarta. Menemani teman kami yang ingin berkeliling kota Gudeg tersebut. Wajar saja mereka minta ditemani oleh kami bertiga karna kami hampir sudah mengetahui semua area wisata di Kota yang dikenal dengan kota pelajar tersebut.
Akhirnya kereta berangkat. Kurang lebih pukul 2.15 kereta mulai beranjak dari Stasiun Kereta Api Senen, Jakarta. Here We Go!
Kami melewati waktu di kereta api kurang lebih 20 jam. Waktu yang lama untuk duduk di kereta Ekonomi.
Hal yang paling menarik dan sangat disuka saat berada di Kereta api adalah saat para pedagang menjajakan dagangan mereka. Semua hampir tersedia di kereta api. Seperti layaknya pasar yang berpindah tempat ke gerbong kereta api. Agak lucu bagiku.  Barang dagangan yang dijual beraneka macam, mulai dari makanan sampai binatang peliharaan. Saat itu aku pernah melihat seorang pria paruh baya, hampir kakek-kakek menjual sejenis Tokek tapi badannya agak besar. Aku lupa dia jual dengan harga berapa, hal itu unik sekali. Sebuah pemandanagan yang tak akan ditemui di transportasi manapun di Bis, maupun di Pesawat.
Tapi sekarang, mungkin hal ini sudah tidak akan ditemui lagi, kebijakan pemerintah yang melarang semua pedagang berdagang di dalam kereta api menyebabkan banyaknya orang-orang yang kehilangan pekerjaannya.
Sekitar pukul 10 pagi kereta kami sampai di Stasiun Kota Baru, Malang. 
Lanang langsung mengambil ponsel dan menghubungi temannya. Teman yang baru saja dikenal dari sebuah komunitas pecinta jalan-jalan. Rupanya kami harus menunggu agak lama teman baru kami.
Sembari menunggu, kami berjalan-jalan sebentar. Karna perut kami lapar, akhirnya kami memutuskan untuk membeli makanan soto madiun.
Usai makan, ternyata teman baru kami belum juga sampai. Kami berjalan-jalan sebentar disekitar stasiun. Sampai akhirnya dia muncul. Perkenalan pun dimulai.
“Dav”
“Vita”
“Lanang”
“Urfan”
kami bertigpun berkenalan.
“yaudah, kita motoran aja yah ke Bromonya” Ujar Mas Dav
“oke” Jawab Urfan.
“Udah dapet penyewaan motor kan?” Tanya mas Dav
“Udah. Di jalan ini nih mas, tempatnya tau  gak?” jawab lanang sambil menunjukkan alamat rental motor.
“oh, disini.. tau-tau ini gak jauh kok dari sini. Yaudah siapa yang mau ikut aku buat ambil motornya?” Tanya mas Dav sembari meletakkan ransel.
“aku mas!” jawab semangat Urfan
“yaudah, kalian berdua disini dulu yaa. Aku nitip tas aku. Oiyah itu ada kamera kalo mau liat-liat foto aku pas naik gunung juga boleh.” Ucap mas Dav sambil menstarter Thunder nya.
Akhirnya mereka berdua pergi menuju tempat rental motor. Aku sesekali melihat pemandangan sekitar. Tiba-tiba lanang menunjukkan sesuatu padaku, “nih vit liat deh!”
“wah. Bagus banget yaa” kagum saat aku melihat hasil poto yang ada di kamera mas Dav. Tampak mas Dav tengan duduk di dengan backround awan yang indah. Duga ku itu berada di salah satu gunung di Indonesia.
Semakin banyak gambar yang aku lihat semakin kagum aku pada keindahan alam Indonesia, terutama Gunung.
Tapi, ketika itu aku belum ada kemuan untuk menjadikan mendaki sebagai hobi. Masih terlalu dini aku menjadikan hidupku sebagai orang yang suka mendaki Gunung.
Setelah beberapa menit, akhirnya Urfan dan Mas Dav kembali. Urfan mengendarai motor matik.
“loh, kok matik?” Tanya Lanang
“adanya cuma ini.” Sahut Urfan.
“Yaudah gapapa”
akhirnya setelah packing ulang, bersih-bersih badan. Makan siang, kami berempat berpacu dengan motor.
Urfan berbonceng dengan mas Dav bersama Thunder nya. Sedangkan aku dengan matik dengan supir Lanang.
Jalan yang kami tempuh cukup jauh. Melewati keramaian kota. Dan tiba-tiba hal yang tak diduga datang. Hujan turun ditengah perjalanan kami. Hujan yang deras, dengan massa air yang cukup besar. Instan semua panik dan motorpun menepi.
Cukup lama kami menepi, akhirnya kami memutuskan untuk kembali melaju. Dengan menggunakan jas hujan kami menerjang hujan yang lumayan deas. Selang beberapa waktu dalam jarak yang cukup jauh, hujan mereda. Bahkan Nampak tidak pernah tampak satu tetes pun air yang turun di tempat yg sekarang kami tempati.
Usai melipat jas hujan dan ponco, kam melanjutkan perjalanan.
Jalur yang kami lalui adalah jalur wonokriti.
“mas nanti ini tembusnya dimana?” Tanya salah seorang di antara kami.
“ndak tau. Aku juga belum pernah lewat sini. Hahahaha” jawab Mas Dav dengan santai.
Jalan yang kami lalui mulanya cukup bagus. Halus dan tidak berlubang. Namun hal itu tidak bertahan lama, sampai pada sebuah desa yang aku sendiri lupa namanya. Jalan berubah menjadi penuh lubang, sesekali menanjak dan saat itu hujan deras. Lengkap sudah perjalanan kami.
Banyak doa yang aku panjatkan saat itu, saat jalanan menaik dengan terjal yang begitu parah, ditambah hujan yang cukup deras sehingga membuat badanku sedikit menggigil.
Sampai kami menemukan sebuah Masjid, dan kami memutuskan untuk istirahat sejenak. Setelah beberapa lama, akhirnya kami melanjutkan perjalanan. Hujan yang turun lumayan sudah mereda, hanya sedikit gerimis sore itu.
Baru saja melanjutkan perjalanan, jalanan lumayan bersahabat. Tiba-tiba motor kami harus dihadapkan dengan sebuah tanjakan tajam yang curam. Kemiringan tanjakan sekitar 70 derajat. Dan itu mengharuskan saya turun dari motor. Benar-benar petualangan.
Setelah melewati punggungan Gunung arjuna, akhirnya kami terbebas dari tanjakan terjal yang berbatu. Pemandangan berubah menjadi barisan rumah-rumah penginapan yang berwarna-warni. Di kanan kami berjajar ladang yang hijau dan di kiri kami tergambar kabut putih yang indah.
Jalanan yang sepi tidak menyurutkan kami untuk berhati-hati. Maklum saja, saat itu kabut sedang lumayan tebal. Ditambah lagi belokan yang lumayan tajam.
Motor kami ambruk, jatuh!
“aduh!” ujarku.
Lututku mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Tak berbeda keadaannya dengan lutut urfan.
Bibir ku juga berdarah akibat benturan dengan helm yang menyentuh aspal, begitu pula dengan lanang. Dan di antara kami berempat yang tidak ada luka hanya Mas Dav.
Motor kami jatuh tersungkur hitamnya aspal.
Untunglah tidak ada luka yang parah, hanya luka biasa.
Setelah membereskan motor yang terjatuh, helm yang rusak lumayan parah akhirnya kami melanjutkan perjalanan.
Tetapi sebelumnya kami beranjak, tiba-tiba ada warga yang menanyakan kami kenapa, bahkan mereka berniat menolong kami. Serta memberitahu kami untuk selalu berhati-hati.
“kemarin disini ada yang juklek loh mas” ujar ibu-ibu yang berniat menolong kami.  
“iyaa bu, kami pamit dulu yaa bu” ujar Urfan
“Yaudah ya mas, hati-hati di jalan”
“Ya bu”
motor-motor kami pun melaju.
Masih perih luka di bibir akibat bersentuhan langsung dengan aspal. Helm yang aku sudah rusak semakin jelek ketika jatuh.
Setelah beberapa lama, akhirnya kami sampai di penanjalan 1, view point Gunung Bromo.
Bahagia langsung menghinggapi pikiranku. Rasa kagum akan keindahan alam menyatu dengan dingin yang aku rasa.
Bagi Mas Dav yang memang domisili di Jawa Timur, foto dengan backround Bromo sudah biasa. Tapi bagi kami, ini hal yang tak boleh disia-siakan.
Malam sudah mulai menyapa, senja sudah datang. Kami berempat mendirikan sebuah tenda. Lanang sebenarnya membawa tenda, akan tetapi karna kapasitasnya yang kecil terpaksa tenda yang dibawa lanang dijadikan alas dan kemi mendirikan tenda yg dibawa oleh Mas Dav.
Tidak mudah mendirikan tenda dengan alas batako. Tenda yang seharusnya digunakan untuk alas tanah, terasa aneh ketika alas yang tersedia hanyalah batako. Dan terpaksa setiap ujung dari tenda yang kami dirikan harus kami pasak dengan batu yang lumayan berat. 
proses pendirian tenda di atas Paving

Malam datang, matahari yang malu sudah berubah cahayanya dengan terangnya bulan.
Beruntung, saat itu bulan sedang terang-terangnya. Bulatnya penuh, ditambah lagi disekeliling langit Nampak bintang-bintang yang indah dan banyak. Angin dingin pun mulai berbisik dari sela-sela pasir yang tersapu angin Bromo.
Agak sulit bagi kami menyalakan tungku api di tengah kerumunan angin. Setelah menelan waktu cukup lama, akhirnya Mas Dav menyerah dan meminta bantuan ke rumah tetangga. Setelah beberapa menit Mas Dav kembali dengan tungku dengan keadaan bara menyala.
“Nang, temenin pipis yuk” Tanya ku pada lanang.
“yaudah.”
Akhirnya aku beranikan diri keluar dari tenda setelah bermain kartu. 
keadaan setelah main kartu, BELEPOTAN !
Seketika tubuhku merasa sangat dingin. Sedikit menggigil. Bahkan air yang aku gunakanpun begitu dingin. Yah. Inilah suasana Gunung.
Usai buang air kecil, aku dan lanang memandang kagum pada keindahan Bromo.
Kami berdua melihat ke arah Gunung Bromo berada, sedikit tertutup kabut putih, di sertai dengan suara pasir yang menyerupai air terjun. Kami menyebutnya pasir berbisik.
Ketika aku sedang memandang kagum ke Arah Gunung Bromo, tiba-tiba tangan melingkar nya masuk dari sela-sela pinggangku. 
suasana menanti sunrise Bromo

Ya, lanang memelukku dari belakang. Pelukan pertama di tempat yang begitu Indah, Gunung Bromo. Aku suka moment ini.
“tuh, Bromo nya sudah ada. Beneran”
“Iyaa, gak nyangka bisa kesini”
malam itu saat udara sedang dingin-dinginnya.
Malam itu, saat angin berbisik menegur bahwa inilah Bromo.
Malam itu, saat bulan terang beradu keindahan dengan Bintang yang bertaburan.
Malam itu, Aku cinta kamu Gunung Bromoku.
Singkat cerita aku suka Bromo, suka dengan Sunrise yang saat itu aku lihat bersamanya. Dengan deburan angin yang indah menyapa pagi hari, dengan pelukan pertama dari seorang kekasih. Dengan keindahan yang dibalut dengan cinta. Iya, aku suka kmai. Gunung Bromo.

lebih banyak tentang cerita Bromo, 

narsis sebelum packing tenda
team Pendaki abal-abal
 


















 
puncak Bromo, Gunung pertama bagi kami.

Love



Festival Budaya Dieng


 Festival Budaya Dieng 

merupakan agenda wisata yang cukup dinanti oleh para wisatawan. Baik wisatawan local maupun mancanegara. Perpaduan antara keindahan alam dengan Keunikan Budaya menjadikan Dieng sebagai tempat wisata yang saying untuk kita lewatkan. Dieng Culture Festival di selenggarakan setiap tahun di dataran tinggi Dieng dengan menampilkan berbagai kesenian budaya masyarakat dataran tinggi Dieng, dan sebagai puncak acara dalam “dieng Culture Festival” adalah Upacara Ruwatan Pemotongan Rambut Gimbal anak-anak di sekitar dataran tinggi dieng.



(1) #FestivalBudayaDieng adalah acara Budaya atau semacam pesta rakyat yang biasa digelar Masyarakat Dataran Tinggi Dieng setiap tahunnya #ProudOfIndonesia

(2) #FestivalBudayaDieng merupakan acara budaya yang sudah terkenal, tak hanya dikalangan masyarakat lokal namun kegiatan ini sudah famous sampai mancanegara #ProudOfIndonesia

(3) dalam #FestivalBudayaDieng terdapat serangkaian acara yang sangat menarik, dari mulai kirab, pesta lampion sampai dengan pemotongan rambut anak gimbal. Ada yang pernah ikut? #ProudOfIndonesia



(4) pada #FestivalBudayaDieng, acara pertama diawali dengan arak-arakan keliling kampung yg dilakukan oleh “anak-anak gimbal” dengan menaiki kereta kuda/dokar #ProudOfIndonesia

(5) setelah “anak-anak gimbal” selesai di arak, acara selanjutnya pda #FestivalBudayaDieng adalah arak-arakan berjalan menuju komplek candi arjuna #ProudOfIndonesia



(6) di komplek candi arjuna tersebutlah kemudian “anak-anak gimbal” akan dipotong rambut gimbalnya oleh pemuka adat setempat. Acara ini sangat ditunggu pada #FestivalBudayaDieng #ProudOfIndonesia



(7) acara selanjutnya pada #FestivalBudayaDieng adalah pembuangan rambut secara dilarung yang sudah dipotong ke Telaga. #ProudOfIndonesia

(8) selain acara pemotongan rambut “anak gimbal” pda #FestivalBudayaDieng juga terdapat pesta lampion itu dilakukan malam hari sebelum acara puncak #ProudOfIndonesia








(9) pada pesta lampion dalam #FestivalBudayaDieng, biasanya wisatawan diperbolehkan untuk menyalakan lampion secara bersama-sama #ProudOfIndonesia























 
(10) selain itu pada #FestivalBudayaDieng juga dimeriahkan oleh pertunjukan tari tradisional khas Dieng, salah satuny adalah tarian Tari Lengger atau Tari Topeng #ProudOfIndonesia




(11) pagelaran wayang tradisional juga tak luput ditampilkan dalam #FestivalBudayaDieng pada malam hari yang sama #ProudOfIndonesia