love it

love it
together we can ! yes!

Selasa, Desember 16, 2014

Turbulensi

turbulensi.

saya terngiang kata itu sejak selesai menonton sebuah film. membayangkan semua kejadian yang sudah terjadi. saya tau dan menyadari semua yang terjadi, bahkan kini kegiatanku sudah tercatat sebelumnya.
turbulensi.
apa itu ?
Turbulensi adalah sebuah keadaan yang ditandai ketidakstabilan (disorder) dan keacakan (randomness) pergerakan di setiap skalanya. Turbulensi menarik komponen-komponen yang dipengaruhinya ke arah tertentu dan kemudian melepasnya secara tiba-tiba. Timbullah guncangan.
begitu kata salah satu web. 

nyatanya, pikiranku jauh mengawang hingga batas yang tak ditentukan. 
apa... aku sudah mengalami turbulensi setelah mengalami banyak hal belakangan ini?
sebuah turbulensi yang mengakibatkan aku menjadi lebih kuat dan menilai segalanya dengan biasa saja. mencintai sebiasa saja. sedang aku usahakan. meski kenyataan semua tak semudah itu.
Ha! mencintai sebiasa saja? 
kejadian yang menjadikan aku menjadi wanita yang harus sudah menimbang segala hal yang belum dan akan terjadi. 

film itu membuat aku berfikir tentang kata. CINTA. 
memang kata yang banyak makna. banyak yang mengartikannya positif dan adapula yang menjadikan itu menjadi hal negatif atau bahkan kata diantara positif dan negatif. tak ada yang pasti. 
beberapa kicauanku malam ini, 

Teringat sesuatu mengenai cinta. Pernah mengimajinasi kan andai saja cinta manusia seperti cinta alam semesta. Tulus dan jujur.
Tapi, di zaman ini cinta tidak sesederhana itu. Nyata membawa pada kata pengorbanan dan tentu disana ada korban.
Sekalipun korban yang nyata dan tak nyata

Cinta yang hijau, jernih, damai, menyatu dalam harmoni yang disebut keindahan. Itu yang dulu pernah aku "andaikan" pada sebuah kata. Cinta .

Pernah-kah. berfikir orang yang dicinta atau mencinta tidak benar-benar merasa apa yang mereka sebut dan Artikan.

Tapi, pada dasarnya dicintai kata orang lebih enak dibandingkan mencintai. Katanya, mencintai lebih banyak mengeluarkan energi.

Mencintai itu ribet, banyak pengorbanan dan lebih harus sering menerima. Begitukah? Harusnya bukannya tidak?

Sedang dicintai, kata paling nyaman dimana tak perlu berbuat banyak hanya duduk lalu siap disuguhi berjuta bunga indah dan rayu manja.

Lelah memang mencintai dengan segala risiko dan siap menelan apa yang diusahakan. Dengan kata yang kadang ragu sampai tak diucap.

Tapi alam, tidak pernah meminta untuk dipuji, dia hanya minta untuk dijaga keseimbangannya agar semua harmoni berjalan lancar. Begitu.

Cinta dan alam. Mungkin itu sebab mengapa aku mencintai deretan gunung-gunung Indonesia khususnya. *mulai ngelantur*

mari ber-andai. andai saja, sebuah percakapan dapat dengan mudah dibangun tanpa perlu menjadi konyol terlebih dahulu. atau menjadi yg lain.

mari ber-andai. andai saja, semua yang diucapkan selalu dapat feedback. meski didengarkan lebih penting dari sekedar jawaban yang gurau.

mari ber-andai. nyatanya, semua yang diucap selalu dianggap pembangkangan. andai semua dengan mudah didukung.

apa ini dapat disebut dengan turbulensi? kenyataan hidup yang pahit, membangun kehidupan sendiri, meyakinkan seseorang, rela mati (?)

nyata. kehidupan tak selalu mudah. dengan siapa hari ini, dengan siapa esok dan apapula yang akan terjadi.

tentang kisah cinta yang terlalu rumit akhir-akhir ini.
entahlah. banyak pertanyaan yang aku sendiri takut untuk menanyakan.
ada beberapa hal yang ditakutkan... kamu tak pernah tau. dan tak akan tau.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar