love it

love it
together we can ! yes!

Senin, Mei 14, 2012

last time in 'RAIN'

aku masih menatapnya dengan mata penasaran, perhatikan detik demi detik. menunggu ia mengucapkan kalimat yang sangat membuatku berdegup kencang.. aku masih menunggu dia berucap. 
di ruang yang dingin ini, ditemani guyuran hujan di luar sana, aku masih menunggu.. dia diam. selalu diam..
" kamu harus tau aku.. tapi aku mau tanya, apa kamu sayang sungguh sama aku?" dengan hangat aku tatap matanya, yang kini kami saling bertatapan. "iya, aku sungguh sayang sama kamu.. dan aku gak punya kata tidak suka atas apa yang kamu lakukan, meskipun kamu nyakitin aku sekalipun aku akan tetep sayang" dia diam lagi. dan kali ini, ia memeluk cangkir coklat hangatnya dengan kedua telapak tangannya. dia menatap kosong ke luar jendela, memperhatikan rintik hujan yang semakin deras. entah apa yang ada di dalam benaknya saat ini. aku masih menunggu dia berkata, apapun yang dia ucap. aku selalu suka, baik itu menyakitkan atau membuat aku senang. aku suka dia tanpa koma. "hmm, baiklah. kalau kamu memang sayang sama aku.. apa kamu akan menerima aku apa adanya. aku ini tak seperti wanita kebanyakan. bukan berarti aku sombong dengan perbedaanku. sekali lagi aku berbeda. aku... sudah tidak asli lagi. aku sudah ternoda" dia diam lagi. kali ini dia menunduk kaku, menunduk lemas, dan aku tak mampu melihat matanya. agaknya dia menangis. dia melanjutkan perkataannya. masih dengan menggenggam cangkir berisi coklat hangat di tangannya. "kejadiannya saat aku masih sekolah menengah atas, saat itu aku.. belum mengenal apa itu cinta, aku buta. di tambah lagi aku tidak mendapat edukasi seksual yang baik dikeluarga. orang tuaku yang sering keluar rumah, memaksa aku untuk seperi wanita yang agak liar. aku jatuh cinta... dia kerumah ku, dan kami melakukannya begitu saja. saat itu darah mengalir, entah aku belum mengerti apa artinya. aku terus mencari apa penyebabnya di internet. dan ternyata itu selaput dara, aku hanya berucap padanya. yaa.. selaput dara itu, dan bukan darah kotor" kali ini aku yang diam, aku diam lama. tapi aku masih memperhatikan dia dalam-dalam. aku merasakan apa yang dia rasakan kali ini. aku merasakan kepahitannya. "dia ninggalin aku begitu saja, ketika aku tau kebenaran tentang sebuah rahasia besar. aku kehilangan rasa percaya diriku, hingga saat ini. aku kehilangan semuanya. maaf.. jika cerita ini menyakitimu, membuatku merasa tak berharga, maaaf... jika sewaktu dulu aku sering menggantungkan dirimu, aku sungguh bangga merasa pernah disayang oleh orang seperti kamu, sungguh.. aku merasa berdosa jika aku tidak membalas kasih sayang kamu, tapi sekali lagi aku merasa kehilangan percaya diriku. apa akan ada yang tulus sayang sama aku.. dan komitmen sama aku, sampai aku bilang ke kamu, apa kamu komitmen dan kamu jawab, iyaa.. maaf" dia menangis.. kali ini aku perhatikan dia sangat dalam, aku terus melihatnya mengusap air matanya dengan tisu, dengan kain, bahkan denga jilbabnya. Ya, dia memang wanita pemakai jilbab. aku kagum padanya. entah karena apa. aku justru semakin kagum. "sekarang, apa kamu mau ninggalin aku sendirian? silahkan.. aku sudah ikhlas dengan semuanya.. satu hal yang kamu harus tau, aku sayang sama perasaan kamu ke aku, tapi kalau nanti kamu butuh waktu yang lain, silahkan.. dan aku yakin bukan hanya aku yang suka sama perasaan kamu.. di luar sana, banyak wanita yang jauh lebih baik dari aku, sekarang berucaplah.. aku sudah siap apapun yang akan kamu ucapkan" dia menghapus air matanya lagi, kali ini dengan jilbabnya. aku terpaku. aku diam dan tak mampu harus berkata apa.. rasanya, jika bukan di tempat umum aku ingin sekali saat ini memeluknya, membuatnya tegar, dan membangun rasa.. jika kamu gak sendirian, masih ada aku. tapi aku hanya memegang kedua tangannya, menjauhkan tangannya dari cangkir coklat hangat, dan aku pegang erat. aku menatap matanya dalam yang masih berlumuran air mata.. "Aku sayang kamu, apapun yang terjadi. kalau kamu mau aku nikahin kamu sekarang, aku mau. cinta aku tulus tak mengenal entah kamu dari golongan apa. kalaupun kamu adalah seorang lelaki sekalipun, aku akan suka sama kamu. sungguh.. aku sayang sama kamu. dan ini bukan rayuan apalagi gombal semata" 
dia menangis lagi...//

Tidak ada komentar:

Posting Komentar