Dear bromo, aku cemburu malam ini. boleh kan?
kamu tau siapa yang aku cemburui. dan kamu juga tau orang yang membuat aku cemburu.
masalah klasik bukan?
aku pernah nangis hebat gara-gara orang ini. ingat tidak?
saat itu berakhir dengan menulis namaku di tiang listrik, maksudnya? entah.. hanya mengalihkan pikiran supaya tidak terbawa dalam sedih.
Dear Bromo, aku akan mencoba kuat seperti kamu.
aku bisa kan? Please don't cry vita! oke, aku tidak akan menangis.
ini kan masalah ke kanak-kanakan. kaya bocah.
tapi mau bagaimana?
Dear Bromo,
aku cemburu dan (lagi). aku jadi takut buka twitter.. hahaa.. tanya kenapa?
karna aku takut jadi ingin tau, Kepo.
entah ini dinamakan peduli atau bukan, aku hanya ingin tau.
Dear Bromo, aku selalu ingin berada pada rengkuhmu yang menandakan kegagahan abadi.
keperkasaan yang hakiki.
perlu aku beri taukah namanya disini. baiklah.
A. itu saja sudah cukup.
Dear Bromo, aku minta maaf karna sudah cemburu pada A.
tapi apa dikata, aku ini masih bisa membaca. bahkan aku ini wanita.
tapi yaudahlah, apa mau dikata juga Bromo, aku.. sudah mengikrarkan diri aku cemburu. dan itu karna A.
apaa, aku lenyapkan saja dunia mayaku sehingga semuanya menjadi kabur dalam nyata yang seperti seharusnya nyata?
Dear Bromo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar