Hidup, tak bisakah membuat semuanya menjadi lebih mudah?
Hidup, tak bisakah aku mencintai orang menjadi lebih mudah?
Cinta,
tak bisakah aku hanya mengetahui yang menyukaimu hanyaa aku? kenapa semuanya selalu menerkamku dari belakang. Inginku tidak memperdulikan semua rasa yang menyelinap bagai debu di hatiku.
Inginku,
menjadikanmu pertama saja. atau mungkin yang terakhir saja tanpa terkecuali.
jadii.. begini masa cintaku.
tidak tersiksa, bahkan terlalu bahagia.
Bahagia, tapi kadang hati ini terus merana.
menjadi penakut di bayangan orang yang selalu menerapkan senyum.
jadi.. begini.
aku diam dengan segala masalah hati yang diam-diam menyelinap bagaikan daun yang perlahan jatuh dari pohonnya.
Jadi, begini.. Bromo.
mampukah aku bertahan? sekali lagi saja? sebelum ku menutup mata, selamanya?
sampai ada kalimat tanya itu terucap...
"tak bisakah semuanya menjadi lebih mudah?"
"tak bisakah aku mencintaimu dengan mudah?"
"tak bisakah kamu hanya tau perempuanmu hanya aku?"
"tak bisakah kamu tidak keterlaluan peduli dengannya? dengan hatinya? dengan kebutuhannya untuk pundakmu?"
"tak bisakah kau mengerti perasaanku?" sedikit saja.
jadi giniii....
permasalahan saya bukanlah permasalahan yang terlalu penting. saya hanya minta maaf sudah masuk ke dalam hati kamu diam-diam. tanpa permisi, tanpa minta ijin terlebih dahulu.
Tuhaaan, aku sayang dia. tak bisakah dia membagi secuil kisahnya kepadaku. masalah diotaknya? berbagi cerita sedikit? Sudahlah, mungkin dia belum percaya. dia masih terlalu percaya pada dia, orang yang cemburui. dia yang makan berdua kemarin tanpa saya. Dia, yang membuat saya menjadi malas ke kampus karna saya tau.. dia hanya mau berdua saja dengannya, dengan pacarku. dia yang selalu intens berhubungan tanpa kenal waktu. dia, yang sekarang ada di sudut kiri dari hadapanku, dia orang yang tadinya baik padaku menjadi sangat aneh sejak kami memutuskan untuk pacaran. dia, yang kadang membuatku bingung, membuatku apakah aku harus mengalah saja? dia.. yang katanya pernah mengungkapkan rasa sukanya blak-blakan kepada pacarku, dia... aku gak tau harus apakan dia? dia.. *dan semua menjadi kabur* *lalu hati ingin menangis* dia... A.
Tuhan, dapatkah aku setegak gagahnya Bromomu. hatiku ingin sekali seperti Bromo yang gagah itu.. yang bisa melawan deburan angin dari pagi hingga malamnya. apa.. aku masih belum ingat mencintai yang baik dan benar itu seperti apa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar